Eko Sulis is Here

Behind Scene oF Me

Archive for the ‘Teknologi Informasi’ Category

Persaingan di dunia IT fair kah?

Wednesday, September 5th, 2007

Banyak orang bilang IT adalah lahan potensial sekarang ini, dan fakta pun menunjukkan demikian. Hampir semua aktvitas manusia seperti bisnis, pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan masih banyak bidang lainnya yang sekarang ini sangat membutuhkan dukungan IT. Jadi cukup tepatlah kalau bisa dibilang IT lagi booming saat ini, terus apa dampaknya? Banyak perguruan tinggi yang berlomba-lomba membuka jurusan bidang IT entah itu Teknik Informatika, Ilmu komputer, Sistem Informasi, Teknik Komputer, ataupun istilah lainnya yang berbau komputer dan teknologi informasi. Mereka juga berupaya untuk menarik sebanyak-banyaknya peserta didik. yah…mumpung lagi booming kapan lagi…

Sebenarnya kenapa sih IT jadi banyak incaran, sampai-sampai orang dari background non IT pun ikut-ikutan “nga-IT”. duit pasti jadi salah satu alasan. Memang projek IT cukup menjanjikan dalam hal profit, lagi pula modalnya juga tidak terlalu gede, modal otak saja pun jalan. Karena saking banyaknya orang yang kecemplung di dunia IT persaingan harga pun tidak lagi fair. Ada satu kelompok tertentu yang menawar suatu projek tertentu dengan harga ratusan juta bahkan nyampe milyaran tetapi disisi lain ada kelompok tertentu yang berani dan mampu ngerjain dengan harga cuman ratusan ribu rupiah apalagi kalau ada mahasiswa yang ikut-ikutan pasti akan lebih merusak tatanan harga lagi he..he… :razz:. Terus apa sebenranya sih yang menjadi tolok ukur dalam pengambilan value suatu projek? Apakah dari tingkat kesulitannya. kualitas hasilnya, atau brand orang yang mengerjakan? Saya sendiri juga masih bingung, kalau dari sisi kesulitan itu pasti relatif kemampuan orang beda-beda, atau dari segi kualitas outputnya? Dengan requirement yang sama kualitas outputnya pun pasti kurang lebih sama antara sebuah perusahaan yang bonafit dengan seorang mahasiswa, ataupun bahkan dibandingkan seorang lulusan SMP yang hobi komputer. Bahkan mungkin kualitas buatan anak lulusan SMP jauh lebih bagus daripada buatan perusahaan bonafit. Tetapi kenapa yang diambil justru harga yang tinggi yang ditawarkan oleh perusahaan bonafit dengan kualitas yang mungkin sama atau dibawah kualitas bikinan anak lulusan SMP?

Saya pernah denger cerita dari seorang kawan, saat itu ada sebuah thender pembuatan sebuah homepage perusahaan. Kebetulan perusahaan temen kawan saya itu ikutan thender tersebut, dia berani buka harga 14 juta, sementara perusahaan kompetitor menawarkan harga 60 juta (waduh…jauh bener bedanya banting harga ya om… :roll: ) Akan tetapi seperti apa hasilnya ternyata yang punya “hajat” cenderung memilih yang 60 juta…waduh dah nawarin murah kok gagal yah…Nh..akhirnya perusaahan temen kawan saya menaiikan harga nyampai 40 juta…jreng…jreng….alhasil dia jadi pemenag thender tersebut.

Ehm…dari kasus tersebut…kita bisa belajar banyak…ternyata harga murah bahkan sampai2 banting harga di bawah standard bukanlah solusi ketika kita hendak memenangkan thender. Dengan penawaran harga murah mungkin saja orang berpikir jangan2 valuenya emang sesuai dengan harga yang ditawarkan yakni kecil….Jadinya lebih memilih penawaran harga tinggi dari perusaan yang keliatannya bonafit. Sebaiknya ketika hendak menawarkan harg kita harus tahu dulu kondisi client yang hendak kita hadapi seperti apakah dia dan kemauan dia, ketika memberikan penwaran akan lebih baik kita sesuakan dengan value yang bisa kita berikan jangan terlalu bernafsu dengan nominal ataupun hasrat untuk memenangkan thender sehingga banting harga yang sering kali merusak tatanan pasaran. Di sisi lain client ketika akan memberikan keputusan siapa yang akan mengerjakan projek, jagangan hanya terpaku pada sebuah nama dan “menara gading” kualitas juga perlu diperhatikan. Belum tentu perusahaan IT ketika mengerjakan projeknya bener2 diserahkan kepada yang berkompeten…mungkin saja hanya gelarnya saja yang IT tapi di lapangan kalah sama praktisi yang mungkin ijasah SMA tidak punya. Jadinya kerjaan pun asal jadi.